STORIES ABOUT FRIENDS
Terdapat sebuah persahabatan di salah satu sekolah
terkenal yang terletak tidak jauh dari area persawahan, persahabatan mereka
yang selalu di dibumbui dengan kecerian dan kebersamaan seketika itu pupus saat
salah satu dari mereka akan pergi.
Caca :
“beneran kamu mau pergi??”
Rana :
“kenapa kamu ninggalin kita berdua” (sambil meneteteskan kilauanbening dari matanya)
Klara : “maaffin aku, ayahku di pindah tugaskan
disana jadi aku dan ibu ikut dengan ayahku”
Caca
: “jangan lupain kita”
Mereka bertiga berpelukan dan meluapkan hati mereka,
karena selanjutnya mereka akan lama tidak bertemu dengan sahabatnya.
Rana :
“klara sudah pergi, tinggal kita berdua”
caca :
“benar”
Rana :
“hampir kurang satu semester lagi kita lulus, di luar dugaanku jika kita akan berdua tanpa klara. Aku
meridukan dia.”
Caca :
“sama”
Rana :
“kenapa jawabanmu singkat banget dari tadi aku cerita banyak kamu cuman jawab bener, sama, iya dan bla
bla bla”
caca : “Aduh aku
haus , panas sekali ya siang ini. Aku rasanya ingin masuk
ke kulkas saja..” (sambil kipas-kipas dengan bukunya) “ketimbang
kamu marah-marah masalah sepele kayak gini mendingan kamu ikut aku ke kantin, aku
traktir deh”
Rana : “em gimana ya...
boleh dech”
Caca : “itu sih maumu”
rana dan caca beranjak dari tempat duduknya dan bergegas ke kantin
rana dan caca beranjak dari tempat duduknya dan bergegas ke kantin
........
2 bulan kemudian
Caca :
“gimana ada kabar” (sambil menenteng sepedanya)
Rana :
“belum, dia sekarang jarang ngasih kabar” (sambil memasang muka kecewa)
Caca :
“apa dia udah punya temen baru dan lupa sama kita, dulu awal dia pindah setiap hari ngabarin kita lalu
seminggu sekali kita masih toleran dan sekarang dia udah satu bulan
belum ngabarin kita”
Rana :
“mungkin dia sibuk”
Caca :
“sibuk dengen teman barunya hah..” (dengan nada sinis)
Meskipun kedua sahabat ini berlainan pendapat, tetap
mereka akan bersama asalkan antara dari mereka ada harus rela mengalah. Mereka
mengambil jalan yang berlainan, karena rumah mereka bukan satu jalan yang sama.
........
caca berjalan sambil mendekati gagang pintu, dan
masuk kedalam rumah dan melihat seisi rumah yang sepi dan dia memutuskan untuk
pergi ke dapur mengecek apakah ibunya ada di dapur
caca : “ma..”
Mama : “iya
sayang, kamu udah pulang” (sambil mengecup dahi caca)
Caca : “mama lagi buat apa?”
Mama :
“buat cake, nanti tante sinta kesini”
caca :
“tante sinta mamanya klara kan ma”
Mama : “iya
mau siapa lagi” (sambil tersenyum)
Caca :
“klara ikut gak ma?”
Mama : “gak
tau, tante sinta gak bilang kalau ajak klara juga”
Caca : “benarkah”
Mama : “sebaiknya
kamu mandi jika klara ikut, terus ngeliat kamu kumel kayak
gini dia nantik dia gak mau temenen sama kamu lagi”
Lalu caca menuruti perkataan mamanya dan pergi ke
kamar mandi untuk membersihkan badanya. dia merasa jika tante sinta sudah ada
di rumahnya dan dia cepat-cepat keluar dari kamarnya. Tapi saat dia keluar dia
tidak melihat sosok klara dia mencoba mendekati mamanya dan tante sinta
Caca : “hai tante” (sambil mencium
tangannya)
Sinta :
“bagaimana kabarmu”
caca :
“baik tante , ohh ya tante klara gak ikut”
Sinta :
“emm.. (sambil memikir) dia tadi kayaknya sama ayahnya”
Mama : “ya udah sayang kamu ke kamar sana,
mama mau bicara sama tante
sinta dulu”
caca :
“ya udah tante sinta, caca ke kamar dulu ya” (lalu dia pergi ke kamarnya)
........
Sekarang dia merasa sangat kebingungan dengan
keadaan sahabatnya itu, yang sekarang ada di hadapanyan hanya diam tanpa
merespon.
Rana : “kenapa?. Dari tadi aku bicara kamu
gak nanggapin aku”
Caca :
“emm, gue cuman mikir kenjadian kemarin”
Rana :
“emang kejadian apa?” (sambil menopang dagu dengan kedua tanganya)
Caca :
“kemarin tante sinta kerumah ku”
Rana :
“klara ikut gak” (menjawab dengan antusias)
Caca :
“tidak” (Mereka berdua cemberut karena kecewa.)
Rana :
“ya udah biarkan.” (sambil memalingkan pembicaraan) “kamu udah belajar buat ujian besok”
Caca :
(hanya menggaguk) “tapi sedikit”
........
Beberapa bulan berlalu dan mereka terus berlatih
dengan melakukan ujian percobaan UN seperti try out dan lainya, dan waktu
berjalan begitu cepat dan tidak terasa UN ada di depan mata dan hanya tinggal
menghitung hari pelaksanaan ujian.
Caca :
“gak kerasa kita akan menjadi putih abu-abu”
Rana :
“kemarin aku ngerasa masih jadi kelas 1 ngerasain MOS bareng kamu, dapat sahabat baru. Ternyata habis
ini kita gak satu sekolah lagi”
Mereka memang selalu berbeda pendapat caca selalu
ingin mencapai impian menjadi seorang arsitek yang handal dan ingin masuk
sekolah SMA favorit dan sedangkan rana lebih memilih sekolah SMK dan mengambil
jurusan tata busana dia mempunyai impian memiliki butik sendiri seperti ibunya.
Bel masuk berbunyi menandakan waktu pelajaran akan
di mulai. Setiap siswa segera kembali ke kelasnya masing-masing.
Waktu pelajaran hari ini selesai begitu cepat,
minggu ini sebagai penentuan belajar tiga tahun di sekolah hanya di tentukan
dalam waktu empat hari.
Caca :
“fighting untuk hari senin” (ucapnya kepada sahabatnya)
Rana :
“kamu juga semangat buat hari senin, semoga perjuangan selama ini berbuah manis”
Caca :
“amin.. amin..” (sambil menenpel kedua telapak tanganya ke muka)
Rana :
“aahh... aku kepiran klara, kenapa dia gak pernah ngabarin kita lagi dan gimana keadaanya?”
........
Ujian selesai. Tinggal gimana kabar hasil nilai
ujian, hasil yang menentukan mereka layak lulus atau tidak. Semua siswa merasa
kalau jantung mereka berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya, mulai siswa
yang selalu membuat keributan sampai siswa yang jarang ngomong pun, mereka
semua hanya menatap kedepan kepada seorang wanita paruh baya yang di tanganya
memegang sebuah mix.
Kepsek : “asalamualaiku
wr wb”
Semua :
“waalaikum salam wr wb”
Kepsek : “bapak
ibu guru sekalian mengucapkan selamat pada kalian. Kalian
telah naik satu tingkatan yang lebih tinggi, setelah kalian lulus dari sini jangan lupakan shalat lima
waktu. Berdoa kepada allah SWT dan jangan lupa mengucapkan terimakasih
kepada allah dan satu lagi bapak dan ibu guru
bangga sama kalian semua......”
Semuapun segera bertepuk tangan dengan haru mereka
tidak menyangka akan meninggalkan sekolah tercinta ini. Sekolah yang memberikan
ilmu, sekolah yang mempertemukan sahabat dan sekolah yang memberikan pengalaman
yang berharga.
........
Mereka semua satu sama lain saling berpelukan
meluapkan isi hatinya dan mengucapkan syukur kepada allah. Meminta maaf kepada
semuanya.
Rana :
“maafkan aku. Jika aku mempunyai salah kepadamu” (sambil memeluk erat sahabatnya itu)
Caca :
“maafkan aku juga” (sambil meneteskan kilauan bening dari matanya)
Rana :
“kita akan jadi sahabat selamanya”
Caca : “Meskipun
persahabatan tidak akan lekang dimakan waktu, begitu lulus , pasti sulit banget bisa
kumpul. Pasti nya bakal kangen berat sama temenku yang bawel ini
(katanya sambil menggoda sahabatnya ini)
Rana : “pasti akan kangen
masa SMP, waktu seragam putih biru masih dominan, dimulai dari masa orientasi,
kenalan, persahabatan, kenakalan, lalu kenangan.”
........
Mereka segera pulang cepat-cepat menemui seorang ibu dan mengatakan bahwa
mereka lulus.
Caca : “mama..” (caca sambil
membuka pintu rumah dengan wajah semangat) “ma.. caca lulus.”
Dia melihat mamanya menangis dengan di tangan sebelah kanannya menggegam
telfon rumah. Ucapan caca Hanya di balas dengen senyuman kecil.
Caca : “mama kenapa?”
(tanyanya dengan gugup)
Mama : “sayang maafin mama,
mama telah sembunyiin semua dari kamu”
Caca : “maksud mama apa?”
(tanyanya bingung dengan perkataan mamanya)
Mama : “sayang mama baru dapat
telfon dari tante sinta bahwa klara sudah meninggal.”
Caca mendengar perkataan mamanya seperti tersengat listrik puluhan valt.
Dia tidak percaya yang baru saja dia dengar dari mulut wanita di hadapanya.
Caca : “mama bohong kan”
(dia merasa berat badanya lebih berat dari sebelumnya merasa kaki-kakinya
tak kuat menopang tubuhnya dan akhirnya dia terjatuh ke lantai sambil terus
meneteskan kilauan bening dari matanya)
Mama : “maafkan mama sayang
mama gak crita dari awal”
Lama kelamaan caca mulai tenang, mamanya segera menceritakan apa yang
terjadi.
Mama : “kamu ingat, kamu
pernah crita sama mama tentang kepindahan klara karena ayahnya di pindah tugaskan.
Sebenarnya ayahnya klara bukan dipindahkan, mereka yang ingin
pindah karena klara yang meminta, klara menyembunyikan penyakit
gagal ginjal kepada kalian. Klara gak mau liat kamu sama
rana nangis gara- gara dia”
Caca terus mendengarkan cerita mamanya dan berkali-kali mengeluarkan air
matanya. Dia tidak percaya bahwa sahabatnya ini sudah pergi meninggalkan semua.
Hanya tersisa kenangan.
Mama : “mama tau kamu marah
sama klara saat dia tidak memeberi kabar pada kalian. sebenarnya itu dia sengaja,
dia ingin kalian benci sama dia, dia ingin kalian belajar
melupakanya dan satu lagi kamu ingat tante sinta ke sini waktu itu,
tante sinta itu mau pamitan, dia akan membawa klara ke
singapura. Dia mau klara mendapatkan pengobatan yang terbaik. Tuhan
berkata lain saat dia dioprasi dia drop, dia sudah tidak bisa bertahan.”
Caca merasa kenapa dulu dia tidak peka jika sahabatnya sakit keras. Dia
merasa begitu bodoh...
.........
Caca dan rana merasa hari ini hari yang tak ingin mereka alami. Hari dimana
klara akan meninggakan semuanya.
Mata semua orang hanya tertuju satu titik yaitu makam yang tertulis di batu
nisanya Putri Klara bin Edo 23-6-2000 – 3-4-2014. Semua mata terus
mengalirkan kilauan bening.
Rana : “kenapa kamu
ninggalin kita” (sambi terus menangis)
Caca : “kamu jahat, kenapa
kamu gak bilang kalau kamu sakit” (semua orang disana hanya menatap mereka)
Sinta : "sayang klara udah
tenang disana. Kalian jangan nangis lagi nanti dia sedih melihat kalian" (sinta menenangkan
dua gadis itu sambil merangkul pundak mereka)
.........
4 bulan kemudian
Mereka sudah mendapatkan sekolah yang mereka tujuh. Meskipun mereka sudah
berbeda sekolah, mereka selalu meluangkan waktu seminggu 2 kali untuk bertemu
bertukar cerita dari sekolah masing-masing.
Rana : “aku nemuin orang
yang kayak kamu tau, yang sukanya marah- marah persis kayak kamu” (menggoda
sahabatnya yang satu ini memang mengasikkan melihat wajah lucunya)
Caca : “suka marah-marah
(sambil mengeleng-gelengkan kepalanya), emm pasti kamu sulit dapat sahabat kayak
aku di sana, kan kamu?...” (godanya balik)
Rana : “aku apa?..”
Mereka sama-sama tertawa melihat kekonyolan yang mereka buat.
rindu persahabatan dulu yang pernah ada.
Kini tinggal
kenangan,ingin kucoba mencari penggantimu.
Sahabat terbaik
yang tak pernah bisa aku lupakan.
Meskipun
dunia kita sudah berbeda aku kan selalu mengenangmu.
Sahabat itu
berharga selalu ada walaupun hanya dalam hati.
^_^ TAMAT
^_^
semoga bermanfaat :)
kalau mau copy coment ya :) biar gak plagiat karya orang lain
kalau mau copy coment ya :) biar gak plagiat karya orang lain